CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Jumat, 02 Mei 2008

tugas pak moko


PENGERTIAN

Inilah kamera penerus seri MD dari panasonic, tepatnya penerus MD9000. Dengan reputasi MD9000 yang kurang bagus dengan begitu banyaknya kerusakan mekanik, Panasonic mencoba memperbaiki dengan mengeluarkan Panasonic MD1000. Perbedaan utamanya adalah digunakannya 3 CCD.

Dengan adanya 3 CCD, menjadikan Panasonic MD10000 sebagai kamera miniDV Professional dengan harga ekonomis. Bentuknya yang besar menambah nilai lebih sebagai pengguna yang ingin sentuhan 'action' sebagai kameraman, berbeda dengan kamera berbentuk kecil yang relatif kurang Panasonic MD10000mendapat perhatian. Dengan bentuk yang besar pula, Panasonic MD1000 ini nyaman untuk dipanggul, sehingga meminimalisir goyangan yang sering terjadi bila pengguna belum terbiasa melakukan pengambilan gambar.

Untuk melakukan pengambilan gambar pada kondisi terik matahari, CCD Panasonic MD1000 ini menunjukkan taringnya dengan sedikitnya 'smear' level dan tetap menjaga 'dynamic range' warna pada level yang bagus. Otomatis dengan lebarnya pita level, akan terjasi gradasi warna yang bagus dan kekontrasan tinggi.

Kualitas lensa kelas menengah dengan optical zoom sebesar 16X cukup untuk shooting dalam keadaan biasa. Disertakan pula digital zoom 'hanya' sampai 10x untuk menjaga distorsi gambar tidak terlalu banyak. Perlu diketahui, bahwa zoom secara digital akan membuat ketajaman gambar berkurang. Pada intinya Panasonic MD1000 ini didesain sebagai kamera professional dengan penggunaan yang semudah kamera amatir.

MENU YANG TERDAPAT DI KAMERA TERSEBUT

Menu yang terdapat di kamera Panasonic MD 10000 adalah :

· Cam-driven manual zoom, focus ring, and aperture dial

· Maximum 4-channel uncompressed digital audio

· IEEE 1394/USB2.0 PC interface

· XLR audio (+48V Phantom) input,

· D4 terminal output (component)

Menu lain yang tersedia

· True high definition image quality with low-compression DVCPRO HD intraframe recording

· Multiple formats: DVCPRO HD, DVCPRO 50, DVCPRO 25, DV selectable

· High definition recording formats: 1080/50i, 1080/25p, 720/50p, 720/25p, (variable frame rates)

· Standard definition recording formats: 576/50i, 576/25p

· CineSwitchTM technology for variable frame rates in 720p mode: 12, 18, 20, 22, 24, 26, 30, 32, 36, 48, 60fps*

· 1/3" 16:9 native high-sensitivity progressive 3-CCD

· New DSP with 14-bit A/D conversion and 19-bit internal processing for unprecedented accuracy

· 16:9/4:3 switchable for standard definition recording, 16:9 native for HD

· Wide angle Leica Dicomar HD lens with optical image stabilizer (motorized/manual mode switchable)

· High resolution 235,000 pixel .44" electronic viewfinder (EVF) with 90 degree tilt and detail function (for easier focusing)

· High resolution 210,000 pixel flip-out 270 degree 3.5" LCD display

· Thumbnail display for easy searching and file information

· Auto/manual focus with focus assist (even during recording)

· Cam-driven manual zoom

· 13X zoom range: focal length = 4.2 to 55mm (35mm equivalent: 32.5 to 423)

· Advanced gamma functions and eight gamma settings including two CineGammaTM modes and NewsGammaTM mode

· Advanced image adjustments: colour matrix, detail, chroma phase, colour temp, knee points

· Two ND filters: 1/8, 1/64

· 82mm filter diameter

· Two P2 card slots with hot swap capability

· Hot swap, loop, pre-record (3 seconds in HD, 7 seconds in SD), one shot, and interval recording functions

· Mini-DV tape transport for DV recording

· Internal downconversion and frame rate conversion from HD source recorded on P2 cards to Mini-DV tape

· 48kHz 16-bit 4-channel PCM audio (2 XLRs with phantom power)

· Built-in stereo microphone (unidirectional microphone optional)

· Audio dials and flexible input selection

· Analog component (Y, Pb, Pr) output

· Composite input/output

· S-Video input/output

· Standard IEEE 1394 interface

· External recording to FOCUS FireStore FS-100 via IEEE 1394 streaming

· Host mode for transferring previously recorded content on P2 cards to an external hard drive via IEEE 1394

· Compatible with nonlinear editing systems from Apple, Avid and Canopus

· USB 2.0

· SD memory card slot for sharing scene files

· Remote control for zoom, record (start/stop)

· Remote control for focus, iris control

· SMPTE timecode reader/generator with timecode matching with multiple cameras via IEEE 1394

· SMPTE colour bars

· Three programmable user buttons

· Six pre-set scene files (user programmable)

· Shot marker function

· Slow, synchro and high speed shutter

· White balance with auto tracking white function

· Trigger and zoom control on upper handle grip

· Ultra-tough magnesium alloy chassis

· Supplied accessories include CG-AD54SE/1B Lithium-Ion 7.2V / 5400mA snap-on battery, AG-B15 AC adaptor/battery charger, microphone holder, component video cables with RCA-BNC adaptors, remote control, shoulder strap and instruction manual

Zoom Yang Terdapat di kamera

1. Zoom In = Memperbesar gambar

2. Zoom out = Memperkecil gambar

Cara memasukan kaset mini dv yang benar

1. Tekan tombol kecil yang berada diatas kotak sebelah kanan kamera

2. Tunggu sampai kotak didalam terangkat dan terbuka

3. Masukkan kaset dengan hati hati jangan sampai terbalik

4. Tutup dan tunggu sampai turun

5. Tutup kembali

Cara membersihkan head kamera

Membersihkan head kamera bisa dengan kaset cleaning atau juga bisa dengan semprot.

Cara mengoperasikan kamera

1. Pastikan baterai terisi penuh

2. Tekan tombol “on” untuk menyalakan kamera

3. Buka kotak sebelah kiri untuk melihat hasil shoot

4. Tekan tombol Zoom In/ Zoom Out bila perlu

5. Apabila gambar mau diambil tekan tombol “record”

6. Setelah selesai tekan tombol “pause”

7. Gunakan tripod untuk menghindari goncangan

8. Apabila selesai matikan dengan tekan tombol “off”

9. Tutup kotak sebelah kiri

10. Simpan kamera ditempat yang aman & terjangkau

Senin, 28 April 2008

sweety girls

Glitter Photos
[Glitterfy.com - *Glitter Photos*]

kata orang satu musuh terlalu banyak, seribu teman terlalu sedikit

sok narsis/kepdan,sweety,pinter,pokoknya smw ada pada kita be3 (women actionz) haahahaaa.....n_n

Jumat, 25 April 2008

inspiration for today,tomorrow,and forever

“Orang yang beriman selalu punya cara sendiri untuk menata hatinya, meski berlawanan dengan apa yang ia terima dalam kehidupan. Saat mendapat musibah, air matanya menetes, tapi hatinya terilhami untuk meyakini bahwa apa yang diberikan Allah padanya pasti yang terbaik baginya. Fisiknya mungkin lelah, pikirannya mungkin penat. tapi tidak dengan hatinya yang terus yakin apabila ia diuji oleh Allah itu adalah tanda bahwa Allah masih sayang padanya. Subhanallah, semoga kita termasuk dalam golongan hambaNYA yang pandai bersyukur dan bersabar, Amien…”

DEMI CINTA


Demi Cinta

Tak ada sedikitpun sesalku

Tlah bertahan dengan setiaku

Walau diakhir jalan ku harus

Melepaskan dirimu...........

Ternyata tak mampu kau melihat

Dalamnya cintaku yang hebat

hingga ada alasan bagimu tuk tinggalkan

setiaku.......

Demi nama cinta telah kupersembahkan

Hatiku hanya untukmu

tlah kujaga kejujuran dalam

Setiap nafasku.....

Karena demi cinta telah kurelakan

kecewaku atas ingkarmu

Sebab ku mengerti cinta itu tak mesti

Memiliki......

Andai saja bisa kau pahami layaknya arti kasih sejati

materi Bu Ari ( MM )

mengisi dan memelihara battery selama pembuatan film

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi Sub Sektor Multimedia dan Audio Visual
Mengkoordinir dan Mengisi Stok Film 1
KODE UNIT : TIK.MM02.008.01
JUDUL UNIT : Mengkoordinir dan Mengisi Stok Film
DESKRIPSI UNIT : Unit ini mendeskripsikan keterampilan dan
pengetahuan yang dibutuhkan untuk menangani
dan mengkoordinasikan stok film termasuk
penyimpanan, pembongkaran dan persiapan film
untuk proses di laboratorium. Unit ini juga
mencakup koordinasi tentang kekuatan batery.
ELEMEN KOMPETENSI
KRITERIA UNJUK KERJA
01 Mengisi dan memelihara
batery selama
pembuatan film
1.1. Dipastikan bahwa sumber tenaga cukup dan
tersedia.
1.2. Alat pengisi dipastikan sesuai dengan batery
yang digunakan.
1.3. Pengisian batery dengan aman menurut
rekomendasi perusahaan.
1.4. Batery yang sudah diisi dipelihara untuk
memenuhi syarat pengambilan gambar.
1.5. Pemberian label batery menurut setatusnya.
02 Mengkoordinasikan stok
film dan peralatan yang
digunakan untuk
pembuatan film
2.1. Koordinasi dengan personil yang terkait.
2.2. Kepastian jadwal pembuatan film dan rasio
personil yang relevan.
2.3. Pemilihan stok film yang benar dan peralatan
lain untuk meyakinkan bahwa stok ada dalam
jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan
jadwal produksi.
2.4. Kelengkapan stok yang diperlukan dan yakinkan
adanya waktu pengambilan film.
2.5. Kepastian stok film dan nomer golongan ‘batch’
cocok dengan persyaratan.
2.6. Pencatatan dengan cermat pencampuran
kelompok dan jumlah strip.
2.7. Penyimpanan dan pengepakan stok film untuk
menghindari kerusakan dan lindungi terhadap
bahaya lingkungan.
2.8. Labelisasi kaleng film dengan cermat.
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi Sub Sektor Multimedia dan Audio Visual
Mengkoordinir dan Mengisi Stok Film 2
2.9. Pemantauan stok mengenai tanggal
kedaluwarsanya.
2.10. Dokumentasi catatan stok dengan cermat dan
dapat dibaca.
2.11. Pelengkapan lembar laporan kamera dengan
cermat, terbaca dan sesuai dengan skedul.
2.12. Dokumentasi dan pengelompokkan stok yang
digunakan selama produksi.
2.13. Pemantauan stok dan pemberitahuan pada
personil yang relevan untuk meyakinkan bahwa
stok masih tersedia cukup selama produksi.
03 Menyimpan magazin
dengan film
3.1. Pemeriksaan magazin untuk menyakinkan
bahwa magazin tahan terhadap sinar dan
masih dapat dioperasikan sebelum disimpan.
3.2. Pembersihan magazin film dan dipastikan
magazin bersih sebelum disimpan.
3.3. Dipastikan bahwa ruang/tas penyimpan tahan
sinar dan bahwa pencampuran sisi film dapat
dikenali di tas atau ruang anti cahaya.
3.4. Identifikasi stok dan nomer kelompok film
dengan benar sebelum diikat dan disimpan.
3.5. Penggunaan tanda ujung selama pengambilan
gambar untuk menghindari tindakan berakibat
sia-sia.
3.6. Perhatikan sumber, baca dan pahami buku
panduan dan melakukan penjilidan bilamana
perlu.
3.7. Labelisasi magazin dengan mempertimbangkan
kerugian terhadap kondisi cuaca, bahaya
lingkungan dan prosedur penanganan yang
benar.
3.8. Pengurutan sejumlah magazin untuk keperluan
persyaratan pembuatan film.
3.9. Perhatian terhadap masalah dan kerusakan dan
dilakukan tindakan perbaikan yang sesuai.
3.10. Pelengkapan dokumen dan dipastikan dokumen
cermat dan dapat dibaca.
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi Sub Sektor Multimedia dan Audio Visual
Mengkoordinir dan Mengisi Stok Film 3
04 Memasang magazin
pada kamera
4.1. Bersihkan kamera untuk memastikan kamera
bebas debu, pasir dan benda asing lainnya dan
periksa semua fungsi dapat dioperasikan
sebelum menampilkan film.
4.2. Simpan magazin yang sudah dipasang pada
kamera yang diperlukan.
4.3. Pemasangan kamera dengan memberi perhatian
pada kerugian karena cuaca, bahaya lingkungan
dan prosedur penanganan untuk menghindari
kerugian selama pengikatan.
4.4. Koordinasi terus menerus dengan personil yang
relevan dan pahami dan pastikan persyaratan
film selama pembuatan film.
05 Melepas film dari
magazin
5.1. Dipastikan ruang penyimpan/tas anti cahaya.
5.2. Pemilihan jenis dan ukuran kaleng film untuk
penyimpanan digudang dan transportasi film
yang ditayangkan.
5.3. Penyimpanan film dan labelisasi kaleng film,
dengan memberi pertimbangan pada kerugian
akibat cuaca, bahaya lingkungan dan prosedur
penanganan yang benar untuk menghindari
kerusakan selama pengoperasian.
5.4. Penggunaan isolatip pada kaleng film dengan
aman untuk melindungi dari cahaya.
5.5. Pembersihan magazin film dan dipastikan
magazin bersih sebelum disimpan.
06 Menyiapkan dan
mengirim film sebelum
proses
6.1. Koordinasi dengan personil terkait dan pastikan
persyaratan alur waktu selama proses dan
pengembalian film.
6.2. Pencatatan kelompok film dan jumlah strip.
6.3. Penggabungan dengan jelas dan cermat laporan
dan dokumen khususnya laporan film gambar.
6.4. Pengiriman film ke lab yang masih dalam batas
tanggal untuk segera diproses.
6.5. Pemberian instruksi pemrosesan dengan jelas
pada lab untuk meyakinkan bahwa proses
dilakukan menurut batas tanggal perusahaan.
6.6. Kepastian dan pertimbangan kemampuan lab
untuk memenuhi batas tanggal jadwal produksi.
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi Sub Sektor Multimedia dan Audio Visual
Mengkoordinir dan Mengisi Stok Film 4
6.7. Informasi kepada personil yang relevan tentang
harapan terhadap film yang diproses sesuai
dengan urutan waktu.
BATASAN VARIABEL
1. Lingkungan dimana multi kamera televisi digunakan meliputi:
1.1. Pada lokasi - interior
1.2. Pada lokasi - eksterior
1.3. Pada siang hari
1.4. Pada malam hari
2. Pengambilan gambar meliputi:
2.1. Penggunaan kamera tunggal
2.2. Penggunaan kamera multi
3. Jenis - jenis produksi meliputi:
3.1. Feature film
3.2. Dokumentasi
3.3. Film pendek
3.4. Produksi beranimasi
3.5. Iklan
3.6. Peristiwa atau kemampuan yang difilmkan
4. Jenis-jenis film meliputi:
4.1. Warna
4.2. Stok film
4.3. Hitam putih
4.4. Stok mundur
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi Sub Sektor Multimedia dan Audio Visual
Mengkoordinir dan Mengisi Stok Film 5
5. Persyaratan penyimpanan meliputi:
5.1. Ruang Gelap
5.2. Tas Pengganti
6. Dokumentasi meliputi:
6.1. Permintaan stok
6.2. Laporan stok
6.3. Laporan Kesalahan
6.4. Label kaleng film
6.5. Label magazin film
6.6. Instruksi proses lab
6.7. Jadwal produksi
6.8. Laporan klise gambar
7. Laporan dapat :
7.1. Dibuat dengan komputer
7.2. Ditulis tangan
8. Pengetesan kamera meliputi :
8.1. Pengecekan panjang tempat ukuran
8.2. Jalur film dan akurasi pengikatan
8.3. Pelurusan ikatan
8.4. Perputaran lambat dan perputaran cepat
9. Personel yang terkait meliputi:
9.1. Supervisor
9.2. Kepala bagian
9.3. Pengarah fotografi
9.4. Sutradara
9.5. Operator kamera
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi Sub Sektor Multimedia dan Audio Visual
Mengkoordinir dan Mengisi Stok Film 6
9.6. Penarik fokus
9.7. Pengarah teknik
9.8. Staf teknik lain
9.9. Staf spesialis lain
9.10. Staf lab
PANDUAN PENILAIAN
1. Pengetahuan dan keterampilan penunjang
Penilaian harus meliputi bukti pengetahuan utama dan keterampilan dalam
bidang-bidang berikut:
1.1. Jenis film dan karakternya – hitam dan putih/ warna, kepekaan cahaya,
misalnya kecepatan dan ruang gerak, persyaratan temperatur.
1.2. Perbedaan format film dan kegunaannya.
1.3. Prinsip penanganan film dan penyimpanannya.
1.4. Prosedur pengendalian stok, khususnya berkaitan dengan jenis-jenis
barang yang mudah rusak.
1.5. Efek cahaya pada film yang tidak ditayangkan dan yang ditayangkan.
1.6. Ragam peralatan kamera.
1.7. Kompatibilitas jenis film pada peralatan kamera.
1.8. Pengertian prinsip fotografi secara luas seperti penayangan, hubungan
tonal, sumber cahaya, keseimbangan dan warna temperatur dan
kompensasi.
1.9. Pengertian proses pengoperasian lab secara luas.
1.10. Prinsip pengaturan waktu dan koordinasi fungsi pekerjaan pada skedul
kerja yang ketat.
2. Konteks penilaian
2.1. Penilaian dapat terjadi pada pekerjaan, diluar pekerjaan atau campuran
keduanya. Tetapi, penilaian pada unit ini akan sangat efektif dilakukan
pada pekerjaan sebab adanya persyaratan lingkungan kerja yang
spesifik.
2.2. Penilaian diluar kerja harus dilakukan pada lingkungan kerja yang
mendekati tempat kerja yang disimulasikan mendekati tempat kerja.
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi Sub Sektor Multimedia dan Audio Visual
Mengkoordinir dan Mengisi Stok Film 7
2.3. Metode penilaian harus meliputi pengamatan kemampuan selama
praktek demo. Pengamatan langsung memerlukan kejadian lebih dari
satu untuk menetapkan konsistensi kemampuan. Serangkaian metode
untuk mengakses penerapan pengetahuan pendukung utama harus
menyokong dan mungkin meliputi :
2.3.1. Contoh kerja atau kegiatan kerja yang disimulasikan
2.3.2. Pertanyaan lesan/wawancara
2.3.3. Proyek/laporan/buku catatan kemajuan
2.3.4. Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya
2.3.5. Bukti penilaian
3. Aspek penting penilaian
Karena persyaratan utama dalam koordinasi stok video adalah koordinasi
dokumen, penilaian seharusnya memberi perhatian pada produksi serangkaian
dokumen yang relevan yang meliputi :
3.1. Pemberian label kaleng film yang ditayangkan Stok rekaman
3.2. Laporan klise gambar
3.3. Catatan manajemen produksi
3.4. Catatan stok
4. Kaitan dengan unit-unit lainnya
4.1 Keterkaitan unit kompetensi untuk penilaian akan bervariasi dengan
project atau scenario tertentu. Unit ini penting untuk suatu range
pelayanan teknologi Informasi dan oleh karena ituu harus dinilai secara
keseluruhan dengan unit technical/support.
4.2 Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini
perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum,
institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan
serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor
tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor
tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi
kebutuhan sektor tersebut.
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi Sub Sektor Multimedia dan Audio Visual
Mengkoordinir dan Mengisi Stok Film 8
Kompetensi Kunci
NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT
1 Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 2
2 Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 2
3 Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas 2
4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 3
5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 1
6 Memecahkan masalah 2
7 Menggunakan teknologi 2

Kamis, 17 April 2008


mutiara hati

Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui. -